KAMI

Jokowi lagi Radang berat tumpukan Utang yang mangkin mengunung, di tambah pukulan global pandemi Corona rasanya jokowi tidak akan sanggup bertahan sampai tahun depan.
supermasi Hukum yang amburadul Jokowi memang idak memiliki nartuli politik yang memadai, terlihat lawan manuver Habib Rizieq Shihab yang tak mampu di redam jokowi, malah Jokowi mngkin membesarkan nama Habieb rizieq Shihab, tinggal tunggu mainnya bila Gatoto Nurmantiyo(KAMI) bergabung dengan HRS, sudah bisa di pastikan tumbanglah Jokowi yang di gadang gadang PDIP yang cenderung menampung anak cucu PKI yang notabenenya musuh umat islam dan ABRI.
Beberapa bulan yang lalu ekonom senior Rizal Ramli melakukan kritik tajam kepada pemerintahan Jokowi, rupa-rupanya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meradang dan menantang Rizal untuk berdebat, sayang peristiwa langka yang ditunggu khalayak tersebut batal karena sesuatu hal.

Deklarasi KAMI
Pada (18/08/2020) satu hari bangsa Indonesia Memperingati Kemerdekaan RI ke-75 telah terjadi yang di gagas oleh mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. Bertempat di Lapangan Tugu Proklamasi — Menteng — Jakarta Pusat yang dihadiri para tokoh diantaranya Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, Refly Harun, Said Didu dan MS Kaban.Mereka menyerukan delapan butir tuntutan antara lain, mendesak penyelenggara negara, khususnya pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara. Menuntut pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi COVID-19 untuk menyelamatkan rakyat Indonesia. Dan menuntut pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi.Mencermati deklarasi KAMI yang merupakan gerakan moral rakyat Indonesia, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian :

1. Momentum yang kurang tepat, di saat ibu pertiwi prihatin di dera pandemi yang tak kunjung selesai, bumi ini belum kering oleh tangisan keluarga korban Covid-19. Dan juga di tengah-tengah bangsa yang sedang merayakan kemerdekaan ke-75 dengan segala keterbatasan karena aturan protokol kesehatan. Tidak bisakah menunggu setelah wabah Corona berakhir?

2. Seandainya memang sudah tidak tahan apakah tidak bisa disampaikan secara santun, misalnya dari KAMI melakukan kajian dan hasilnya disampaikan kepada pemerintah. Atau bisa saja berdiskusi bersama antara KAMI dan wakil pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *