Gatot Nurmantiyo

Pensiunan nomer satu di tentara,Gatot Nurmantyo (lahir 13 Maret 1960) adalah Angkatan Darat Indonesia jenderal yang komandan ( Panglima ) dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari 8 Juli 2015 sampai 8 Desember 2017. [1] Sebelumnya, ia adalah Kepala Staf Angkatan Darat ke-30 terhitung sejak 25 Juli 2014 setelah dilantik oleh Presiden Yudhoyono menggantikan Jenderal Budiman. Sejak 2013 hingga 2014 menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) , menggantikan Letnan Jenderal Muhammad Munir.

Pada Juni 2015, ia dicalonkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang mendekati usia pensiun. Pengangkatannya kemudian dikonfirmasi oleh DPR . Pada Desember 2017, ketika Nurmantyo mendekati usia pensiun (Maret 2018), presiden mengumumkan niatnya untuk menggantikannya dengan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Nurmantyo bergabung dengan pejabat pemerintah dan aktivis sosial dalam pawai untuk mendukung toleransi beragama selama protes di Jakarta pada November 2016 . Bersama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa , Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian, dan aktivis Islam Yenny Wahid , ia memimpin dukungan publik terhadap persatuan antaragama sebagai penyeimbang protes terhadap Gubernur DKI Jakarta yang beretnis Tionghoa Basuki Tjahaja Purnama yang memasukkan unsur intoleransi.

Aspirasi presiden

Gatot Nurmantiyo tidak tertarik liwat Partai iua cenderung mencari dukungan liwat Publik

Jenderal Gatot Nurmantyo. aadalah kandidat saat ini berpotensi untuk dapat dukungan Rakyat Indonesia yang mayoritas beragama ISLAM tetapi bariran pendukung JOKOWI dan PDIP rombongan adalah barisam ISLAM PHOBIA sangant sinis terhadap Gatot NUrmantiyo, Jokowi yang sudah tidak lagi mmiliki wibawa di kalangan masyarakat Islam membuat JOKOWI dan PDIP turun kredebilitas nya di UNDER DOCK ini rasanya paling kuat JOKOWI samp[ai pertengahan tahun ini JOKOWI akan Tergelincir jika titak di lengserkan
Nurmantyo secara resmi pensiun dari dinas militer pada 31 Maret 2018 di tengah meningkatnya spekulasi bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019. [4] Pada 6 April 2018, sebuah kelompok bernama Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) mencalonkan Gatot sebagai calon presiden Indonesia 2019. pemilihan.

Dalam wawancara yang diterbitkan majalah Tempo pada April 2018, dia menanggapi secara positif seruan agar dia mencalonkan diri sebagai presiden, dengan mengatakan: “Jika Republik memanggil dan rakyat menginginkan, saya akan siap apa pun yang terjadi.” Dia mengatakan demokrasi ada di tangan rakyat, “tetapi Allah yang memiliki keputusan akhir. Jadi, siapa pun yang menjadi presiden adalah dengan kehendak Allah dan kita harus mendukungnya.” Ditanya apakah dia tertarik menjadi cawapres Presiden Jokowi, dia menjawab: “Saya bukan pelacur politik.” Dia mengakui saingan Jokowi, pemimpin oposisi Prabowo Subianto , telah mengundangnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra miliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *