Indonesia sakit belum sembuh

Indonesia sakit belum sembuh

Hampir dua tahun dunia perdagangan mengalami ambyar, bagi rakyat tidak perlu untuk skolah tinggi sampai sarjana untuk mengetahui Indonesia sakit,pelaku pedagang kecilpun seperti tukang Sayuran, warteg, sudah tau sudah dapat merasakan dunia jual beli mati suri.

prnjualan tanah dan banguna ada yang sudah lebih dari dua tahun tidak bergerak pekerjaan jul beli tidak sedikit kerugian materi maupun kerugian moril akibat dari macetnya jual beli sampai smpai ada yang kehilangan istri dan Pacarnya gara gara ekonomi yang tidak jalan semuanya ada yang tertunda bahkan ada yang pacarnya sampe lari.

Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus tahun ini. Prediksinya adalah pada kisaran minus 1,7% hingga minus 0,6%.

pengamat ekonomiĀ  RIZAL RAMLI,menggambarkan. Sudah membaca tahun ini keterpurukan bukan minus lagi tetapi MEROKET nyungsep. maaf istilah Meroket adalah istilah Jokowi sendiri yang jakan membuat indonesia maju meroket, iya bunga utang yang meroket itu benar kenyataan.Tidak hanya Kementerian Keuangan, ternyata enam lembaga internasional pun memprediksi ekonomi Indonesia minus di 2020. Berikut ini prediksinya:

1. IMF
International Monetary Fund (IMF) belum lama ini merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. IMF meramal ekonomi nasional menjadi minus 1,5% di tahun 2020. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan proyeksi di Juni yang minus 0,3% sepanjang tahun ini.

2. World Bank
Bank Dunia menerbitkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di level minus 1,6% sampai minus 2%. Angka tersebut lebih dalam dari angka proyeksi yang diterbitkan pada Juli tahun ini yaitu tidak ada pertumbuhan atau nol persen (0%).

3. OECD
Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun lebih dalam dari angka ramalan yang sebelumnya diterbitkan. Angka proyeksi yang diterbitkan September tahun ini, pertumbuhan ekonomi minus 3,3%. Sebelumnya di Juni, angka proyeksinya minus 2,8%.

4. ADB
Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia minus 1% pada tahun 2020. Angka proyeksi ini lebih kecil dari yang sebelumnya dirilis pada April tahun ini yaitu 2,5%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *