Jokowi terlahir Tukang Kayu Bukan Persiden

Jokowi Terlahir Tukang Kayu Bukan Persiden

JIka memimpin negara mayoritas muslim tetapi tidak mampu menguasai mayoritas,malah berkesan memusuhi ini adalah ke bodohan.

Jokowi Terlahir sebagai Tukang Kayu, tentu kan berbeda sikap dan langkahnya jika dia di tempatkan sebagai Persiden, Seorang Persiden tidak bisa hanya di angkat berdasarkan penilayan dari kesederhanaan saja, mengelola negara tidak se sederhana menghadapai pekerjaan  seperti tukang kayu,bukan berarti pekerjaan tukang kayu sebuah pekerjaan yang sepele, berbeda alatnya tukang kayu itu Gergaji untuk memotong kayu,  seorang kepala negara berbeda alatnya dari tukang kayu alat dari persiden itu Hukum, Persiden bukan alatnya gergaji,  tetapi dia harus mampu membaca kekuatan power dirinya dan Rakyatnya harus memiliki ketangkasan ber politik dan mampu menghimpun masa , mengalang kekuatan karena seorang persiden memerlukan dukungan dari segala macam power yang  ada di dalam negri, jelasnya semua potensi yang ada, adalah kekuatan yang mesti di manfaatkan sebagai alat untuk memsejahterakan rakyat indonesia yang jumlahnya tidak sedikit,justru yang terlihat adalah malah membuat  masyarakat mayoritas merasa di zalimi, hukum yang hanya memihak pada para pendukung jokowi, yang berseberangan dengan Jokowi di kejar di penjarakan,belakangan Tokoh Besar Umat Islam (Habib Rizieq Syihab)di kejar kejar, dengan hal yang tidak penting, Habib Rizieq Syihab bukan ukuran lawan yang harus di perangi, Habib Rizieq Syihab sudah memiliki kemampuan berfikir Internasional.

Jokowi masalah nasional saja masih kalang kabut seperti Soal Papua dan Aceh. tetapi Habib Rizieq Syihab sudah berpengalaman memberatas separatis di Ambon dan Poso, tanpa melanggar HAM, berbeda kemampuanya, antara Hb Rizieq dan Jokowi.

kita belum lihat jejak perjalanan Jokowi sebagai pemimpin sebuah organisasi besar, kita hanya tau dia pernah menjadi kepala daerah di Solo,

Solo adalah kota kecil, jika kita bandingkan misalnya dengan Medan,Surabaya, walau jokowi pernah jadi gubernur Jakarta, berapa lama,Jokowi sebagai gubernur DKI,  ada kumpulan upaya  Joko Widodo  saat selama menjabat Gubernur DKI.

pada kurun waktu 2012 hingga 2014. Kebijakan ini banyak yang bersifat populis, seperti Kampung Deret, Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar masuk gorong gorong. yang seharusnya tidak layak buat ukuran se orang Persiden,

Namun beberapa juga mendatangkan keberatan masyarakat, seperti dalam perbaikan saluran air, peremajaan bus kecil, dan sterilisasi busway. tidak ada kerjaan yang bersifat bersekala nasional apalagi internasional, berbeda jika di bandingkan dengan yang di capai Anies saat ini sebagai Gubernur DKI pengantinya setelaah Ahok.

Jokowi seharusnya menempuh pengalaman yang lebih banyak dulu sbelum dia tampil sebagai persiden. nyata sekarang, carut marutnya  hukum dan ekonomi, lebih berat lagi pekerjaan nya untuk mengatasi sparatis Papua, jika tidak di redam tidak lama akan timbul daerah lain seperti aceh, Aceh lebih berat dari hadapi Papuan, Aceh selevel Suharto yang baru bisa, karena dia pernah memimpin Tentara,(Organisasi Besar) itu pun masih kena di gangu HAM, jangan Harap kemampuan Jokowi setara Suharto. mungkin saja keliling dari Jokowi yang salah menginformasikan atau mengarahkan pada perpecahan bangsa bukan murni dari pemikiran Jokowi.

saat ini hanya pemikiran Habib Rizieq Syihab  yang akan mampu menyelesaikan Papua dengan tidak melanggar HAM,Serahkan padanya untuk mengatasi Papua dan Aceh.

sebaiknya Jokowi duduk manis saja sambil meenikmati gaji pensiun sebagai persiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *